Minggu, 04 Oktober 2009

MTM 1


4.         Studi  Gerakan
            Studi gerakan adalah analisa yang dilakukan terhadap beberapa gerakan bagian badan pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya, dengan demikian diharapkan agar gerakan-gerakan yang tidak efektif dapat dikurangkan. Guna memudahkan penganalisaan terhadap gerakan-gerakan yang dipelajari, perlu dikenal dahulu gerakan-gerakan dasar (Sutalaksana, 2006).
            Sebagian besar dari therblig-therblig ini merupakan gerakan-gerakan dasar dari tangan. Hal ini mudah dimengerti karena setiap pekerjaan produksi gerakan tangan merupakan gerakan yang paling umum dijumpai, terlebih lagi dalam pekerjaan yang bersifat manual.

4.1       TMU (Time Measurement Unit )
            TMU merupakan satuan waktu yang digunakan dalam MTM (methods time measurement) baik MTM 1,2 atau 3. Definisi TMU ialah unit pengukuran waktu, dimana 1 TMU = 0,00001 jam dan 1 TMU = 0,036 detik (Yudiantyo, 1994).

4.2       Gerakan-gerakan menurut Gilberth
            Suatu gerakan yang utuh dapat diuraikan menjadi gerakan dasar, yang diuraikan oleh Gilbreth kedalam 17 therblig. Suatu pekerjaan mempunyai uraian yang berbeda-beda bila dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.antara lain mencari (Search), memilih (Select), memegang (Grasp), menjangkau (Reach), membawa (Move), memegang untuk memakai (Hold), melepas (Released load), pengarahan sementara (Preposition), memeriksa (Inspection), merakit (Assemble), lepas rakit (Desassemble), memakai (Use), kelambatan yang tak terhndar (Unavoidable delay), kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable delay), merencana (Plan), istirahat untuk menghilangkan fatique (Rest to overcome fatique).

4.3.      Elemen-elemen Gerakan MTM-1 (Methods Time Measurement -1)

            Dalam metoda MTM-1 (Methods Time Measurement-1) terdapat 10 elemen gerakan dasar dan 1 jenis penggunaan tekanan dalam pergerakan ( Yudiantyo, 1994 ):
1.      Reach ( R )
2.      Move ( M )
3.      Apply pressure ( AP )
4.      Turn ( T )
5.      Grasp ( G )
6.      Release ( Rl )
7.      Position ( P )
8.      Disengage ( D )
9.      Eye time yang terdiri dari eye travel ( ET ) dan Eye Focus ( EF )
10.  Crank ( C )
11.  Body, leg & foot motion
Berikut ini adalah penjabaran dari masing-masing elemen gerakan diatas agar lebih dapat dipahami:

4.3.1    Gerakan Menjangkau (REACH)
            Gerakan menjangkau (REACH) ialah gerakan dasar yang digunakan bila maksud utama gerakan adalah untuk memindahkan tangan atau jari tangan ke suatu tempat tujuan atau lokasi yang baru. Dalam pergerakan ini, tangan dalam keadaan kosong atau tidak membawa obyek apapun. Tipe penulisan dari simbol R ( Reach ) ialah:

Simbol
--------------------------------------------
1      2             3               4            5
m     R        jarak/f        kasus        m


4.3.2    Gerakan Membawa (MOVE)
            Gerakan membawa (MOVE) ialah gerakan dasar yang dikerjakan bila maksud utamanya adalah untuk membawa suatu obyek ke suatu sasaran. Ciri-ciri utama dari pergerakan ini ialah pada saat pergerakan tangan, tangan dalam kondisi membawa objek. Oleh karena itu, berat dari objek diperhitungkan dalam gerakan ini, karena mempengaruhi pergerakan. Terdapat 3 macam kasus yang membedakan gerakan-gerakan yang termasuk dalam Move yaitu kasus A adalah mengangkut dengan tingkat pengendalian rendah (LOW) atau sedang (MEDIUM ) suatu objek ke tangan lain atau berhenti karena suatu penahanan. Kasus B adalah mengangkut objek ke suatu sasaran yang letaknya tidak pasti. Kasus C adalah mengangkut dengan tingkat pengendalian tinggi (HIGH) suatu objek ke suatu sasaran yang sudah pasti. Tipe penulisan dari simbol M ( Move ) ialah:
Simbol
---------------------------------------------------------
1         2             3               4            5            6
m       M        jarak/f        kasus        m        berat

4.3.3    Gerakan Menekan (APPLY PRESSURE)

            Gerakan menekan (APPLY PRESSURE) ialah pemakaian tekanan pada waktu pergerakkan. Gerakan yang termasuk dalam gerakan ini, misalnya mengencangkan sekrup dengan obeng.

4.3.4    Gerakan Memutar (TURN)

            Gerakan memutar (TURN) ialah memutar atau gerakan memutar tangan sepanjang sumbu tangan atau lengan bawah. Dalam penentuannya turn dibagi menjadi 3 kategori yang didasarkan atas berat objek yang diputar atau beban putaran, yaitu:
-            Small
-            Medium, lebih besar 57% dari small
-            Large, lebih besar 200% dari small
Gerakan turn juga dibagi berdasarkan kondisi tangan waktu memutar, yaitu:
-            Reach-turn, jika tangan dalam keadaan kosong
-            Move-turn, jika tangan terdapat objek
Tipe penulisan dari simbol T ( Turn ) ialah
Simbol
------------------------------------
1                  2                   3
                                                             T                Derajat            S/M/L
Putaran

4.3.5    Gerakan Memegang atau mengengam (GRASP)
            Gerakan memegang (GRASP) ialah elemen gerakan dasar untuk menguasai sebuah atau beberapa objek baik dengan jari atau dengan tangan untuk memungkinkan melakukan gerakan dasar berikutnya. Hal-hal yang mempengaruhi lamanya gerakan ini adalah mudah sulitnya dipegang, bercampur tidaknya dengan objek lain, bentuk objek dan lain-lain.

4.3.6    Gerakan Melepas  (RELEASE)
Gerakan melepas (RELEASE) ialah gerakan melepaskan penguasaan objek oleh jari atau tangan. Pembagian gerakan Release ini dibagi dalam 2 kategori, yaitu:
Rl 1       : Membuka jari untuk melepaskan.
Rl 2       : Menghindar (lawan dari G5).

4.3.7    Gerakan Mengarahkan (POSITION)
            Gerakan mengarahkan (POSITION) ialah gerakan dasar dari jari atau tangan yang dipergunakan untuk meluruskan, mengorientasikan atau mengarahkan sebuah obyek dengan objek lainnya, dengan tujuan memperoleh hubungan yang spesifik. Pengertian simetri ialah objek yang diarahkan bisa dalam keadaan bebas dimasukkan/diarahkan. Dan yang dimaksud dengan semi-simetri ialah objek yang diarahkan/dimasukkan terbatas posisinya pada saat dimasukkan. Sedangkan yang dimaksud dengan non-simetri ialah objek yang diarahkan/dimasukkan hanya bisa dimasukkan dengan satu posisi saja. Tipe penulisan dari simbol P ( Position ) ialah:
Simbol
----------------------------------------
1            2              3                4
 P          1/2/3      S/SS/NS        E/D
Dimana,
S                      : Simetri
SS                    : Semi Simetri
NS                   : Non Simetri
1                      : Tidak ada tekanan / paksaan / kesukaran
2                      : Sedikit tekanan
3                      : Kesukaran atau diperlukan tekanan yang besar
E                      : Mudah dalam pengendaliannya
D                     : Sukar dalam pengendaliannya

4.3.8    Gerakan Melepas Rakit (DISENGAGE)

            Gerakan melepas rakit (DISENGAGE) ialah gerakan dasar untuk memisahkan suatu obyek dari obyek lain. Pembagian pada gerakan disengage ini dibagi dalam 3 kategori, yaitu:

D1     : Loose, sangat sedikit usahanya, dan bercampur dengan gerakan selanjutnya. Dan jarak pemisahannya sampai dengan 1 inch.
D2     : Close, usahanya normal, dan jarak pemisahannya antara 1 inch sampai dengan 5 inch.
D3     : Tight, Usaha yang besar, dan jarak pemisahannya lebih besar dari 5 inch dan lebih kecil dari 12 inch.

4.3.9    Gerakan Mata (EYE TIME)
            Gerakan ini terbagi menjadi dua gerakan, yaitu (Yudiantyo, 1994):
1.            EYE TRAVEL (ET)
            EYE TRAVEL ialah gerakan mata yang dipergunakan untuk mengubah pandangan dari suatu lokasi ke lokasi lain. Terdapat dua cara pengukuran yang dapat dilakukan sehubungan dengan penentuan EYE TRAVEL ini, yaitu dengan membaca tabel ataupun menggunakan rumus. Berikut ini adalah tabel yang dibutuhkan dalam pengukuran:

Tabel 2.1 Nilai TMU Berdasarkan Derajat Perpindahan Mata

Sudut
Perpindahan(derajat)
TMU
15
4.3
30
8.6
45
12.8
60
17.1
>=75
20
                                               (Sumber: Yudiantyo, 1994)
Sedangkan menggunakan rumus yaitu Berdasarkan jarak perpindahan (T) dan jarak tegak lurus antara mata dan garis perpindahan (D).

2.            EYE FOCUS (EF)

            EYE FOCUS ialah konsentrasi mata atau penglihatan mata terhadap suatu obyek pada kurun waktu tertentu dengan maksud memperjelas penglihatan. Nilai eye focus adalah sebesar 7,3 TMU.

           
4.3.10  CRANK
            CRANK ialah gerakan memutar dari jari tangan , tangan, pergelangan tangan dan lengan. Berbeda dengan TURN, gerakan CRANK terdapat diameter dari putaran, sebagai contoh memutar stir mobil.

4.3.11  BODY, LEG, AND FOOT MOTION
            Gerakan ini terdiri dari gerakan tubuh dan gerakan kaki. Pembagiannya adalah sebagai berikut (Yudiantyo, 1994):
1.           HORIZONTAL MOTION
     Definisi HORIZONTAL MOTION ialah pergerakan tubuh secara horizontal. HORIZONTAL MOTION dikategorikan dalam tiga jenis pergerakan, yaitu:
a)             Berjalan (WALK)
WALK ialah pergerakan ke depan atau ke belakang  dari tubuh yang timbul dari langkah perpindahan.
b)            Pindah ke samping (SIDE STEP)
SIDE STEP ialah gerakan atau perpindahan tubuh ke samping dengan satu atau dua langkah ke samping, tanpa perputaran badan.
c)            Putar badan (TURN BODY)
          TURN BODY ialah memutar badan yang dikerjakan dengan satu atau dua langkah.
2.          LEG & FOOT MOTION
         Gerakan LEG & FOOT MOTION ini dapat dikategorikan menjadi tiga bagian, yaitu:
a)            FOOT MOTION (FM)
         FOOT MOTION ialah menekan atau mengangkat telapak kaki melalui tumit.
b)            FOOT MOTION WITH HEAVY PRESSURE (FMP)
         Identik dengan FOOT MOTION, perbedaanya ialah bahwa untuk gerakan ini
         dikategorikan dengan adanya kesukaran atau beban tekanan kaki.
c)            LEG MOTION (LM)
LEG MOTION ialah menggerakkan kaki, baik melalui lutut bila keadaan     duduk, maupun pinggang bila keadaan berdiri.
3.         VERTICAL MOTION
         VERTICAL MOTION ialah pergerakan ke atas atau ke bawah yang dilakukan oleh tubuh. Pergerakan VERTICAL MOTION ini dibagi dalam sepuluh kategori, yaitu :
a)            Duduk (SIT)
Definisi SIT ialah gerakan badan untuk duduk, dari keadaan berdiri.
b)            Berdiri (STAND)
Definisi STAND ialah gerakan badan untuk berdiri, dari keadaan duduk.
c)            BEND(B)
Definisi  BEND ialah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga
         tangan dapat menjangkau suatu obyek. Dengan syarat lutut tetap lurus.
d)           STOOP (S)
Definisi STOOP ialah membungkuk di tempat dari posisi berdiri, sehingga     tangan sampai ke lantai.
e)            KNEEL on ONE KNEE (KOK)
Definisi KNEEL on ONE KNEE ialah gerakan merendahkan badan dari keadaan berdiri dengan memindahkan satu kaki ke depan atau ke belakang dan menurunkan satu lutut ke lantai.
f)             ARISE from BEND  (AB)
Definisi ARISE from BEND  ialah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (BEND).
g)            ARISE from STOOP(AS)
Definisi ARISE from STOOP ialah berdiri tegak kembali dari posisi bungkuk (STOOP).
h)            ARISE from KNEEL on ONE KNEE (A KOK)
Definisi ARISE from KNEEL on ONE KNEE ialah berdiri tegak dari posisi “KNEEL on ONE KNEE”(KOK).
i)              KNEEL on BOTH KNEES (KBK).
Definisi KNEEL on BOTH KNEES ialah merendahkan tubuh dari posisi berdiri dengan memindahkan satu kaki ke depan atau ke belakang, dan merendahkan atau menurunkan satu lutut ke lantai, serta menempatkan lutut kedua berdekatan dengan lutut pertama.
j)              ARISE from KNEEL on BOTH KNEES (AKBK)
Definisi ARISE from KNEEL on BOTH KNEES ialah berdiri tegak kembali setelah melakukan” ARISE from KNEEL on BOTH KNEES” (KBK).

4.4.      Macam-Macam Kelonggaran

            Kelonggaran diberikan untuk tiga hal yaitu untuk kebutuhan pribadi, untuk  menghilangkan fatique, dan hambatan-hambatan yang tidak dapat dihindarkan. Ketiganya merupakan hal-hal yang secara nyata dibutuhkan oleh pekerja, dan selama pengukuran tidak diamati, diukur, dicatat atau dihitung. Karenanya sesuai pengukuran dan setelah mendapatkan waktu normal, kelonggaran perlu ditambahkan (Sutalaksana, 2006).

4.4.1    Kelonggaran Untuk Kebutuhan Pribadi

Hal-hal yang termasuk kedalam kebutuhan pribadi disini seperti minum sekedarnya untuk menghilangkan rasa haus, ke kamar kecil, bercakap-cakap dengan teman sekerja sekedar untuk menghilangkan ketegangan ataupun kejenuhan dalam bekerja (Sutalaksana, 2006).

4.4.2    Kelonggaran Untuk Menghilangkan Fatique

            Rasa fatique tercermin antara lain dari menurunnya hasil produksi baik jumlah maupun kualitasnya. Karenanya salah satu cara untuk menentukan besarnya kelonggaran ini adalah dengan melakukan pengamatan sepanjang hari kerja dan mencatat pada saat-saat hasil produksi menurun (Sutalaksana, 2006).

4.4.3    Kelonggaran Untuk Hambatan-Hambatan Tak Terhindarkan

             Dalam melaksanakan pekerjaannya, pekerja tidak akan lepas dari berbagai  hambatan. Ada hambatan yang dapat dihindarkan seperti mengobrol yang berlebihan dan menggangur dengan sengaja, ada pula hambatan yang tidak dapat dihindarkan karena berada diluar kekuasaan pekerja untuk mengendalikannya. Bagi hambatan yang pertama jelas tidak ada pilihan selain menghilangkannya, sedangkan bagi yang terakhir walaupun harus diusahakan serendah mungkin, hambatan akan tetap ada dan karenanya harus diperhitungkan dalam perhitungan waktu baku. Beberapa contoh yang termasuk kedalam hambatan tak terhindarkan adalah:
a)      Menerima atau meminta petunjuk kepada pengawas.
b)      Melakukan penyesuaian-penyesuaian mesin.
c)      Memperbaiki kemacetan-kemacetan singkat seperti: mengganti alat potong yang patah, memasang kembali ban yang lepas, dan sebagainya.
d)     Mengasah peralatan potong.
e)      Mengambil alat-alat khusus atau bahan-bahan khusus dari gudang.
f)       Hambatan-hambatan karena kesalahan pemakaian alat ataupun bahan.
g)      Mesin berhenti karena matinya aliran listrik.
Salah satu cara yang paling baik yang biasanya digunakan untuk menentukan besarnya kelonggaran bagi hambatan tak terhindarkan adalah dengan melakukan sampling pekerjaan ( Sutalaksana, 2006).

0 komentar:


Free Blogger Templates by Isnaini Dot Com and Ford Cars. Powered by Blogger